Segala puji bagi Allah
yang nilai-Nya tak dapat diuraikan oleh para pembicara
yang nikmat-nikmat-Nya tak terhitung oleh para penghitung
yang hak-hak-Nya tak dapat dipenuhi oleh orang-orang yang berusaha menaati-Nya
orang yang tinggi kemampuannya tak dapat menilai
dan penyelaman pengertian tak dapat mencapai-Nya
Ia yang untuk menggambarkan-Nya tak ada batas telah diletakkan
tak ada pujian yang maujud
tak ada waktu ditetapkan
dan tak ada jangka waktu ditentukan
Ia mengadakan ciptaan dengan kodrat-Nya
menebarkan angin dengan rahmat-Nya
dan mengukuhkan bumi yang goyah dengan batu
Pengamatan terhadap fenomena di sekitar kita senantiasa berorientasi kepada perhatian atau kepentingan yang secara selektif menempatkan fenomena tertentu pada pusat kesadaran kita. Proses penyeleksian terjadi berdasarkan kerangka referensi (rujukan) yang ada pada kita. Kerangka referensi bekerja seperti kacamata, bila melihat dengan kacamata biru akan tampak pada kita ''dunia'' berwarna biru, dengan kacamata hijau ''dunia'' menjadi hijau dan seterusnya.
18 Agustus 2010
17 Agustus 2010
ADAM
Allah mengumpulkan lempung tanah yang keras, lembut, manis dan asam, yang dicelupkannya kedalam air dan mengadoninya dengan uap lembab sampai menjadi rekat. Darinya ia membuat patung dengan lekukan-lekukan, persendian, anggota dan bagian-bagian. Ia memadukannya sampai ia mengering untuk waktu tertentu dan jangka waktu yang diketahui. Kemudian ia meniupkan ke dalamnya Ruh-Nya sehingga ia mengambil pola manusia dengan pikiran yang mengaturnya, kecerdasan yang digunakannya, anggota badan yang melayaninya, organ-organ yang mengubah posisinya, kebijaksanaan yang membedakan antara yang benar dan salah, rasa dan bau, warna dan jenis. Ia adalah suatu campuran antara lempung berbagai warna, bahan-bahan rekat, yang berlawanan, yang beraneka ragam, dan sifat-sifat yang berbeda seperti panas, dingin, lembut dan keras.
Kemudian Allah menyuruh pada malaikat untuk memenuhi janji-Nya dengan mereka dan memenuhi janji menaati perintah-Nya kepada mereka dengan dengan pengakuan kepadanya melalui sujud kepada-Nya dan tunduk kepada kedudukannya yang mulia. Maka Allah berfirman:"Tunduklah kamu kepada Adam! Maka merekapun tunduk kecuali iblis." (QS. 2:34; 17:61; 18:50; 20:116). Kesombongan mencegah dia dan keburukan mengalahkannya. Maka ia membangga-banggakan penciptaannya sendiri dari api dan bersikap menghina ciptaan dari lempung. Maka Allah memberikan waktu kepadanya agar ia sepenuhnya patut menerima kemurkaan-Nya, dan melengkapi ujian pada manusia untuk memenuhi janjinya (yang telah diberikan-Nya pada iblis). Maka Ia berkata: "Sesungguhnya engkau telah diberi waktu sampai pada hari yang diketahui." (QS 15:37; 38:81). Setelah itu Allah menempatkan Adam di suatu rumah dimana Ia membuat kehidupannya senang dan kediamannya aman, dan Ia memperingatkannya supaya berhati-hati terhadap iblis dan musuhnya. Lalu iblis merasa iri atas tinggalnya di sorga dan hubungan-hubungannya dengan yang bajik. Maka iapun mengubah keyakinannya menjadi goyah, dan tekadnya menjadi lemah. Dengan demikian ia mengubah kebahagiaan Adam menjadi ketakutan, martabatnya menjadi sesal dan malu. Kemudian Allah memberikan kepada Adam kesempatan untuk bertaubat, mengajarkan kepadanya kata-kata dari Rahmat-Nya, menjanjikan kepadanya untuk kembali ke surga-Nya, dan mengirimkannya ketempat percobaan dan perkembangbiakan keturunan.
Kemudian Allah menyuruh pada malaikat untuk memenuhi janji-Nya dengan mereka dan memenuhi janji menaati perintah-Nya kepada mereka dengan dengan pengakuan kepadanya melalui sujud kepada-Nya dan tunduk kepada kedudukannya yang mulia. Maka Allah berfirman:"Tunduklah kamu kepada Adam! Maka merekapun tunduk kecuali iblis." (QS. 2:34; 17:61; 18:50; 20:116). Kesombongan mencegah dia dan keburukan mengalahkannya. Maka ia membangga-banggakan penciptaannya sendiri dari api dan bersikap menghina ciptaan dari lempung. Maka Allah memberikan waktu kepadanya agar ia sepenuhnya patut menerima kemurkaan-Nya, dan melengkapi ujian pada manusia untuk memenuhi janjinya (yang telah diberikan-Nya pada iblis). Maka Ia berkata: "Sesungguhnya engkau telah diberi waktu sampai pada hari yang diketahui." (QS 15:37; 38:81). Setelah itu Allah menempatkan Adam di suatu rumah dimana Ia membuat kehidupannya senang dan kediamannya aman, dan Ia memperingatkannya supaya berhati-hati terhadap iblis dan musuhnya. Lalu iblis merasa iri atas tinggalnya di sorga dan hubungan-hubungannya dengan yang bajik. Maka iapun mengubah keyakinannya menjadi goyah, dan tekadnya menjadi lemah. Dengan demikian ia mengubah kebahagiaan Adam menjadi ketakutan, martabatnya menjadi sesal dan malu. Kemudian Allah memberikan kepada Adam kesempatan untuk bertaubat, mengajarkan kepadanya kata-kata dari Rahmat-Nya, menjanjikan kepadanya untuk kembali ke surga-Nya, dan mengirimkannya ketempat percobaan dan perkembangbiakan keturunan.
15 Agustus 2010
TERJAGA
Aku merayap dilengan-Mu
Sang Perkasa yang nyawaku dalam genggaman-Nya
saat tidur Kau ambil nafsku, lepas melayang dialam mimpi
dan Kau kembalikan kala ku terjaga
berjalan dengan energiMu
karena Kau masih meminjamkannya
sampai waktu yang Kau tentukan
Wahai Sang Perkasa, hanya Kau pemilik jubah kesombongan
aku yang selalu mengaku sebagai debu
maafkan segala kedurhakaanku yang tersirat dan tersurat
Wahai Pemilik Kehidupan, aku rida atas segala keputusan-Mu terhadapku
karena aku hanya mampu memohon
dengan doa-doa
semoga ....
Sang Perkasa yang nyawaku dalam genggaman-Nya
saat tidur Kau ambil nafsku, lepas melayang dialam mimpi
dan Kau kembalikan kala ku terjaga
berjalan dengan energiMu
karena Kau masih meminjamkannya
sampai waktu yang Kau tentukan
Wahai Sang Perkasa, hanya Kau pemilik jubah kesombongan
aku yang selalu mengaku sebagai debu
maafkan segala kedurhakaanku yang tersirat dan tersurat
Wahai Pemilik Kehidupan, aku rida atas segala keputusan-Mu terhadapku
karena aku hanya mampu memohon
dengan doa-doa
semoga ....
Langganan:
Postingan (Atom)