permukaan air tenang ..
pusaran arus dikedalamannya
menenggelamkan ....
diam mengisyaratkan ungkapan naif
batas absurd sejuta tanya
kebisuan rahasia ..
keniscayaan makna aniaya
sedingin pisau disayatkan
merajam rasa ..
simbah darah disekujur
luka-luka .. menganga ..
tak kan termaafkan ..
Pengamatan terhadap fenomena di sekitar kita senantiasa berorientasi kepada perhatian atau kepentingan yang secara selektif menempatkan fenomena tertentu pada pusat kesadaran kita. Proses penyeleksian terjadi berdasarkan kerangka referensi (rujukan) yang ada pada kita. Kerangka referensi bekerja seperti kacamata, bila melihat dengan kacamata biru akan tampak pada kita ''dunia'' berwarna biru, dengan kacamata hijau ''dunia'' menjadi hijau dan seterusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar